<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693</id><updated>2011-12-14T10:28:43.728+07:00</updated><title type='text'>basabasuki</title><subtitle type='html'>Blog Komunikasi dan Kepemimpinan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-6054083290310527565</id><published>2011-05-12T11:26:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:26.232+07:00</updated><title type='text'>MENGAPA LELAKI MEMBAGI CINTA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-VAlO8jAKsG0/TctjVza3crI/AAAAAAAAAHM/3WWX1aQNbVs/s1600/Greek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-VAlO8jAKsG0/TctjVza3crI/AAAAAAAAAHM/3WWX1aQNbVs/s320/Greek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605683387424010930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...kNapa Laki-Laki sLaLu ( bisa ) meNcintai Lebih dari satu peRempuan???, meNyakitkaann...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tulis seorang sahabat facebook di dinding akunnya. Membaca status yang ditulis ini kesannya main-main, tapi sejatinya tidak. Persoalan ini sangat sensitif khususnya bagi sahabat perempuan. Mengapa sih laki-laki kebanyakan punya profesi sampingan sebagai "playboy" Salah satu jawabannya, karena laki-laki gak mungkinlah jadi "playgirl". Tapi bukan, bukan itu jawaban yang ditunggu-tunggu! So what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mencoba menganalisis secara "ilmiah"! Dengan teori para pakar dan pendekar dunia percintaan? Bukan, tapi dari pemikiran para penulis lagu atau penyanyi. Coba sejenak kita mundur ke belakang. Cari kaset Ruth Sahanaya. Atau browsing di internet. Cari lagu "Harus Memiliki" dan download. Dengar baik-baik, maka anda akan mendengar lirik seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata hatiku...harus kumiliki&lt;br /&gt;Semua yang ada di dirimu&lt;br /&gt;Bagaimanapun harus kumiliki&lt;br /&gt;Kaulah rinduku......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lirik lagu di atas tampak sekali bahwa Uthe yang saya representasikan sebagai perwakilan perempuan ketika sedang merindukan kekasihnya INGIN bahkan HARUS MEMILIKI apa yang dia cintai. Tak ada orang lain yang diperbolehkan memiliki hal yang sama. Padahal ketika sesuatu sudah dimiliki seseorang cenderung untuk melindungi sekuat tenaga (kalau perlu bertaruh nyawa) dan enggan berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dengan cinta laki-laki. Simaklah lirik lagu Ebiet G. Ade yang berjudul "Apakah Ada Bedanya" berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta yang kuberi sepenuh hatiku&lt;br /&gt;Entah yang kuterima &lt;br /&gt;aku tak peduli,&lt;br /&gt;aku tak peduli,&lt;br /&gt;aku tak peduli....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebiet yang saya anggap sebagai representasi dari laki-laki menyatakan bahwa cinta itu MEMBERI SEPENUH HATI tanpa mengharap balas. Seorang laki-laki tak mempedulikan lagi balasan cinta. Layaknya matahari yang membagi cahayanya pada dunia. Entah yang bakal diterima, aku tak peduli, aku tak peduli, aku tak peduli. Begitu ditegaskan tiga kali oleh penyanyi balada legendaris ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa lelaki bisa membagi cinta sedang wanita tidak, karena HAKIKAT CINTA BAGI WANITA adalah MEMILIKI sedang bagi LELAKI ADALAH MEMBERI... Kalau begitu siapa yang salah? Siapa yang egois?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang...." Ajak Ebiet untuk merenung bersama....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 12 Mei 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-6054083290310527565?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/6054083290310527565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2011/05/mengapa-lelaki-membagi-cinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/6054083290310527565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/6054083290310527565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2011/05/mengapa-lelaki-membagi-cinta.html' title='MENGAPA LELAKI MEMBAGI CINTA?'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-VAlO8jAKsG0/TctjVza3crI/AAAAAAAAAHM/3WWX1aQNbVs/s72-c/Greek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-8934394665437577115</id><published>2010-11-08T14:45:00.002+07:00</published><updated>2010-11-08T14:48:42.719+07:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN</title><content type='html'>Soerjono Soekanto (1982)  dalam Sosiologi Suatu Pengantar mengatakan bahwa kepemimpinan  adalah kemampuan seseorang (pemimpin/leader) untuk memengaruhi orang lain (yang dipimpin/pengikut) sehingga orang tersebut bertingkah laku sebagaimana  yang dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Sedangkan Pace dan Faules (1993) mencatat bahwa tujuan kepemimpinan di sisi lain adalah membantu orang untuk menegakkan kembali, mempertahankan dan meningkatkan motivasi mereka. Jadi pemimpin adalah orang yang membantu  orang lain untuk memperoleh hasil-hasil yang diinginkan. Pemimpin bertindak dengan cara-cara yang memperlancar produktivitas, moral tinggi, respon yang energik, kecakapan kerja yang berkualitas, komitmen, efisiensi, sedikit kelemahan, kepuasan, kehadiran, dan kesinambungan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Kepemimpinan diwujudkan melalui gaya kerja (operating style) atau cara bekerja sama dengan orang lain yang konsisten. Melalui apa yang dikatakannya (bahasa) dan apa yang dilakukan (tindakan), seseorang membantu orang lainnya untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Cara seseorang berbicara dan bersikap kepada orang lainnya membentuk gaya kerja. Konsep gaya kerja menunjukkan sebuah kombinasi antara bahasa dan tindakan.&lt;br /&gt;Pola bahasa dan tindakan yang dilakukan dalam gaya kerja tampak dalam beberapa pendekatan yang meliputi :&lt;br /&gt;1. Mengendalikan atau mengarahkan orang lain,&lt;br /&gt;2. Memberikan tantangan atau rangsangan kepada orang lain,&lt;br /&gt;3. Menjelaskan atau memberi instruksi pada orang lain,&lt;br /&gt;4. Mendorong atau mendukung orang lain,&lt;br /&gt;5. Memohon atau membujuk orang lain,&lt;br /&gt;6. Melibatkan atau memberdayakan orang lain, dan&lt;br /&gt;7. Memberi ganjaran atau memperkuat orang lain.&lt;br /&gt;Beberapa Asumsi Mengenai Manusia yang Mendasari Gaya Kepemimpinan&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan sesorang terbentuk berdasarkan pada beberapa asumsi mengenai manusia dan apa yang memotivasi mereka. McGregor (1967)  menentukan dua perangkat asumsi atau pendapat bipolar yang cenderung dipakai oleh para pemimpin mengenai orang lain. Kedua asumsi ini disebut teori X dan teori Y. Mungkin kebanyakan pemimpin tidak berpegang penuh pada salah satu teori McGregor tersebut tetapi pencirian yang dilakukan McGregor membantu kita menggambarkan sikap mental suatu tipe ideal sehingga kita dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai pemikiran seseorang yang mungkin amat cenderung mempunyai suatu arah tertentu. Asumsi McGregor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Teori X, teori ini diturunkan dari pendapat mengenai manusia yang dipandang sebagi mesin yang amat memerlukan pengendalian dari luar. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa :&lt;br /&gt;1. Kebanyakan orang berpendapat bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan berusaha menghindarinya,&lt;br /&gt;2. Kebanyakan oranglebih suka diperintah dan seringkali harus dipaksa untuk melakukan pekerjaan mereka,&lt;br /&gt;3. Kebanyakan orang tidak ambisius, tidak ingin maju, dan tidak menginginkan tanggung jawab,&lt;br /&gt;4. Kebanyakan orang dimotivasi terutama oleh keinginan mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan akan rasa aman.&lt;br /&gt;5. Kebanyakan orang harus dikendalikan dengan ketat dan tidak mampu menyelesaikan masalah dalam organisasi.&lt;br /&gt;Dalam perspektif teori X manusia dipandang sebagai alat produksi yang dimotovasi oleh ketakutan akan hukuman atau oleh kebutuhan fisiologis dan rasa aman. Manajer cenderung mengawasi mereka dengan ketat, membuat dan menjalankan aturan dengan keras, dan menggunakan ancaman sanksi sebagai alat memotivasi mereka.&lt;br /&gt;Teori Y, teori ini memandang manusia sebagai organisme biologis yang timbuh, berkembang dan mampu mengendalikan dirinya sendiri. Asumsi teori Y adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kebanyakan orang berpendapat bahwa kerja adalah sesuatu yang alamiah seperti bermain. Bila pekerjaan tidak menyenangkan, mungkin karena mereka melakukan cara yang berbeda dalam organisasi.&lt;br /&gt;2. Kebanyakan orang merasa bahwa pengendalian diri amat diperlukan supaya pekerjaan dapat dilakukan dengan baik.&lt;br /&gt;3. Kebanyakan orang dimotivasi terutama oleh keinginan mereka untuk diterima oleh lingkungan, mendapatkan pengakuan, dan merasa berprestasi, seperti juga kebutuhan fisiologis dan rasa aman.&lt;br /&gt;4. Kebanyakan orang ingin menerima dan bahkan menginginkan suatu tanggung jawab jika mereka memperoleh bimbingan, pengelolaan, dan kepemimpinan yang tepat.  &lt;br /&gt;Pemimpin yang mendasari tindakannya pada teori Y beranggapan bahwa pegawai mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam, tugas mereka adalah mengatur dan mengelola sedemikian rupa sehingga baik pegawai maupun organisasi dapat memenuhi kebutuhannya sehingga tujuan perorangan dan organisasi berjalan selaras. Kenyataannya dalam konteks organisasi keduanya tidak dapat tercapai karena beberapa tujuan pribadi dan tujuan organisasi mungkin saja bertentangan. Oleh karenanya diperlukan keterlibatan manajer dan pegawai untuk mencapai tujuan organisasi, mendorong pegawai untuk berperan serta dalam pengambilan keputusan, dan mencoba mewujudkan peningkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Gaya Kepemimpinan&lt;br /&gt;Penelitian Kepemimpinan Negara Bagian Ohio&lt;br /&gt;Bass (1960) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa seorang pemimpin dinilai baik apabila mitikberatkan pada pemenuhan janji, penghargaan dan dukungan sebagai teknik motivasi dan bertindak dengan cara hangat membantu, menunjukkan perhatian dan penghargaan pada bawahan. Pemimpin yang dinilai buruk memberi ancaman, merendahkan, berperilaku tanpa pertimbangan, dan menetapkan serta menyusun peranannya dan peranan bawahan untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak model teori dan analisis, di bawah ini akan disampaikan enam sistem populer untuk menjelaskan gaya kepemimpinan.&lt;br /&gt;1. Teori Kisi Kepemimpinan (Blake dan Mouton, 1964)&lt;br /&gt;Teori ini awalnya disebut sebagai kisi manajerial (managerial grid), kemudian sejak tahun 1991 disebut sebagai kisi kepemimpinan (leadership grid). Kisi ini berasal dari hal-hal yang mendasari perhatian manajer; perhatiannya pada tugas atau pada hal-hal yang direncanakan untuk diselesaikan oleh organisasi, dan perhatian pada orang-orang dan unsur-unsur organisasi yang memengaruhi mereka.  Kisi ini menggambarkan bagaimana perhatian pemimpin pada tugas dan manusia berkelindan sehingga menciptakan gaya pengelolaan dan kepemimpinan.&lt;br /&gt;a. Gaya Pengalah (impoverished style) yang ditandai oleh kurangnya perhatian terhadap produksi, ia cenderung menerima keputusan orang lain, serta menghindari sikap memihak.&lt;br /&gt;b. Gaya Pemimpin Pertengahan (middle of the road style), ditandai dengan perhatian yang seimbang antara terhadap produksi dan manusia. Bila terdapat perbedaan sikap dan gagasan ia berusaha untuk jujur tapi tegas dan mencari pemecahan yang tidak memihak. Ia berusaha mempertahankan agar keadaan tetap baik dan stabil.&lt;br /&gt;c. Gaya Tim (team style), gaya ini memberikan perhatian yang tinggi terhadap tugas dan manusia. Ia menghargai keputusan yang logis dan kreatif sebagai hasil dari pengertian dan kesepakatan anggota organisasi.&lt;br /&gt;d. Gaya Santai (country club style), gaya ini ditandai oleh rendahnya perhatian terhadap tugas tetapi tinggi terhadap manusia. Ia lebih suka mendengar pendapat, sikap, dan gagasan dari orang lain daripada memaksakan kehendaknya. Ia lebih bersifat menolong daripada memimpin.&lt;br /&gt;e. Gaya Kerja (task style), gaya ini ditandai dengan perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas tetapi kurang memperhatikan manusianya. Pemimpin seperti ini sangat menjunjung tinggi keputusan yang telah dibuat dengan perhatian utama adalah pelaksanaan dan penyelesaian kerja secara efisien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teori 3-D (Reddin, 1967)&lt;br /&gt;Reddin membuat teori berdasarkan pada kisi tugas manusia yang dikemukakan Blake dan Mouton dengan menambahkan dimensi ketiga yaitu efektivitas. Ketiga dimensi tersebut didefinisikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Orientasi Kerja, yakni tingkat pengarahan manajer atas usaha bawahan untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;b. Orientasi Hubungan, tingkat hubungan pribadi antara manajer dengan bawahan ditandai dengan adanya sikap saling memercayai, menghormati gagasan, dan memperhatikan perasaan bawahan.&lt;br /&gt;c. Keefektifan, tingkat persyaratan produksi yang dicapai sesuai yang ditetapkan manajemen.&lt;br /&gt;Kisi 3D menghasilkan delapan gaya kepemimpinan yang terbagi dalam dua jenis gaya utama yakni lebih efektif dan kurang efektif. Manfaat gaya lebih efektif kurang lebih sama tergantung pada situasi yang dihadapi. Ada saatnya seorang manajer menggunakan keempat gaya secara bersamaan, tetapi di saat menjalankan tugas lain hanya menggunakan satu atau dua gaya secara konsisten.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Teori Kepemimpinan Situasional (Hersey dan Blanchard, 1974, 1977)&lt;br /&gt;Konsep kepemimpinan ini dikembangkan dari penelitian di Ohio State University (Stogdill &amp; Coons, 1957), penelitian ini menunjukkan banyak kemiripan dengan teori yang dikemukakan Blake dan Mouton yaitu ada dua dimensi gaya kepemimpinan yakni struktur pertimbangan dan pengawalan, kisi yang dihasilkan juga serupa. Hersey dan Blanchard memperkenalkan kematangan sebagai variabel ketiga. Mereka menyebut bahwa perbedaan antara gaya efektif dan tidak efektif  seringkali bukan hanya karena perilaku pemimpin yang sesungguhnya tetapi lebih pada masalah kecocokan antara perilaku dengan situasi yang dihadapi. Faktor yang menentukan efektivitas dijelaskan sebagai tingkat kesiapan anak buah yang meliputi kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab. Dari penelitian tersebut disimpulkan ada empat gaya kepemimpinan situasional yaitu;&lt;br /&gt;a. Memberitahu (Telling). Tugas berat hubungan lemah; ditandai hubungan komunikasi satu arah, pemimpin menentukan peranan anak buah dan memberitahu apa, dimana, kapan, dan bagaimana cara melaksakan berbagi macam tugas.&lt;br /&gt;b. Mempromosikan (Selling). Tugas berat hubungan kuat; ditandai hubungan komunikasi dua arah, meskipun semua pengaturan dilakukan pemimpin, ia menyediakan dukungan sosioemosional supaya anak buah turut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;c. Partisipasi (Partcipate). Hubungan kuat tugas berat. Ditandai pemimpin dan anak buah sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan melalui komunikasi dua arah yang sebenarnya. Pemimpin lebih banyak memberikan kemudahan karena anak buah memiliki pengetahuan dan kemampuan  untuk melaksanakan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;d. Mewakilkan (Delegating). Hubungan lemah tugas ringan. Ditandai dengan pemimpin membiarkan anak buah bertanggung jawab atas keputusan mereka. Pemimpin mendelegasikan kewenangannya karena anak buah mempunyai tingkat kesiapan yang tinggi, bersedia dan mampu bertanggung jawab untuk mengatur perilaku mereka sendiri. Berlawanan dengan teori Blake dam Mouton dan Reddin, Hersey dan Blanchard  gaya ini paling besar memberikan hasil terbaik karena didukung tingkat kesiapan anak buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teori Empat Sistem (Likert, 1967)&lt;br /&gt;Likert menemukan empat gaya kepemimpinan atau sistem manajerial yang berdasarkan pada suatu analisis atas delapan variabel yaitu kepemimpinan, motivasi, komunikasi, interaksi, pengambilan keputusan, penentuan tujuan, pengendalian, dan kinerja. Likert membagi gaya kepemimpinan dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Penguasa mutlak (exploitive authoritative), gaya ini berdasarkan pada asumsi teori X McGregor. Pemimpin memberikan bimbingan sepenuhnya dan pengawasan ketat pada pegawai dengan anggapan bahwa cara terbaik  untuk memotivasi pegawai adalah dengan cara memberikan rasa takut, ancaman, dan hukuman. Interaksi atasan bawahan amat sedikit, semua keputusan berasal dari atas dan komunikasi ke bawah semata-mata berisi instruksi atau perintah.  &lt;br /&gt;b. Penguasa semi mutlak (benevolent authoritative), gaya ini pada dasarnya bersifat otoritarian tetapi mendorong komunikasi ke atas untuk ikut berpendapat maupun mengemukakan keluhan bawahan tetapi interaksi di antara  tingkatan dalam organisasi dilakukan melalui jalur resmi. Komunikasi yang terjadi  jarang bersifat bebas dan terus terang.&lt;br /&gt;c. Penasihat (consultative), gaya ini melibatkan interaksi yang cukup sering pada tingkat pribadi sampai moderat antara atasan dan bawahan dalam organisasi. Informasi berjalan baik atas ke bawah maupun bawah ke atas dengan sedikit penekanan bahwa ide dan gagasan berasal dari atas. Manajer menaruh kepercayaan besar meskipun tidak mutlak dan adanya keyakinan pada pegawai.&lt;br /&gt;d. Pengajakserta (participate), gaya ini amat sportif dengan tujuan agar organisasi  berjalan baik dengan adanya partisipasi pegawai. Informasi berjalan ke segala arah dan pengendalian dilakukan di setiap tingkatan. Orang berkomunikasi secara bebas dan terbuka tanpa ada rasa takut terhadap hukuman. Secara umum sistem komunikasi formal dan informal identik dan menjamin integrasi tujuan pribadi dan tujuan organisasi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Teori Kontinum (Tannenbaum dan Schmidt, 1957)&lt;br /&gt;Analisisnya meneliti pengambilan keputusan sbg konsep utama dlm kontinum perilaku kepemimpinan. Tannenbaum dan Schmidt menyebutkan bahwa ciri pemimpin yang berhasil  adalah tidak terlalu mengawasi secara ketat atau terlalu longgar. Pemimpin yang paling efektif adalah  mereka yang mempunyai gaya yang konsisten sesuai dengan tuntutan situasi. Kontinum tersebut menunjukkan sifat kepemimpinan terhadap bawahan:&lt;br /&gt;1. Manajer membuat keputusan dan mengumumkannya&lt;br /&gt;2. Manajer membuat keputusan dan menawarkannya&lt;br /&gt;3. Manajer mengemukakan keputusan dan memberi kesempatan untuk mempertanyakannya&lt;br /&gt;4. Manajer mengemukakan keputusan sementara sehingga masih dapat diubah&lt;br /&gt;5. Manajer menentukan beberapa batasan dan meminta bawahan untuk mengambil keputusan&lt;br /&gt;6. Manajer mengizinkan bawahan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Teori Kebergantungan (Fiedler, 1967)&lt;br /&gt;Fiedler mengembangkan  teori gaya kepemimpinan berdasarkan pada konsep kebergantungan. Efektivitas kepemimpinan bergantung pada hubungan-hubungan dalam gaya kepemimpinan dan situasi yang dihadapinya. Gaya kepemimpinan tergambar dalam variabel tugas dan hubungan. Jadi pemimpin ditinjau berdasarkan motivasi tugas (task motivated) atau motivasi hubungan (relationship motivated).&lt;br /&gt; Karakteristik suatu situasi kepemimpinan terpenting adalah :&lt;br /&gt;1. Relasi pemimpin-anggota, dianggap baik jika anggota menyukai, mempercayai, dan menghardai pemimpinnya. Hal ini dianggap sebagai satu-satunya kondisi terpenting bagi kepemimpinan yang efektif.&lt;br /&gt;2. Struktur tugas, menyatakan sejauh mana cara-cara melakukan pekerjaan diterangkan secara terperinci tahap demi tahap. Makin terstruktur tugasnya makin besar pengaruh pemimpin atas tim tersebut.&lt;br /&gt;3. Kekuasaan jabatan pemimpin, didefinisikan sebagai tingkat hukuman, penghargaan, kenaikan pangkat, disiplin, dan teguran  dapat diberikan secara adil dan transparan bagi anggotanya. Pemimpin mempunyai kekuatan yang lebih besar bila ia mampu memberi penghargaan dan mampu menjatuhkan hukuman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-8934394665437577115?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/8934394665437577115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2010/11/kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/8934394665437577115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/8934394665437577115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2010/11/kepemimpinan.html' title='KEPEMIMPINAN'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-5252241401050795114</id><published>2010-11-08T14:36:00.002+07:00</published><updated>2010-11-08T14:43:51.638+07:00</updated><title type='text'>MOTIVASI</title><content type='html'>Motivasi merupakan isu penting dalam bidang komunikasi, manajemen, dan kepemimpinan. Mengapa orang bersedia mencurahkan tenaga dan pikiran untuk melakukan sesuatu, alasan-alasan di balik tindakan yang dilakukan itulah yang dinamakan motivasi. Kemauan orang berbeda-beda untuk mencurahkan energi dan antusiasme dalam bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemetaan Teori Motivasi&lt;br /&gt;Istilah motivasi merujuk pada kondisi dasar yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori Defisiensi Motivasi&lt;br /&gt;Teori-teori tentang motivasi lazimnya merujuk pada kebutuhan sebagai kekuatan pendorong perilaku manusia. Kebutuhan adalah sesuatu yang penting dan tidak terhindarkan untuk memenuhi suatu kondisi. Istilah ini juga pada kekurangan seseorang terhadap sesuatu dan harus dipenuhi. Kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi? Beberapa pakar motivasi menjelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Teori Hierarkhi (Maslow, 1943, 1954)&lt;br /&gt;Maslow mengemukakan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari lima kategori yang berkembang secara hierarkhis. Masing-masing kebutuhan mempunyai pengaruh atas kebutuhan lainnya selama kebutuhan tersebut terpenuhi. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah fisiologis, keselamatan dan keamanan, rasa memiliki (sosial), penghargaan, dan aktualisasi diri. &lt;br /&gt;Kebutuhan fisiologis berada pada urutan terbawah yang merupakan kebutuhan terkuat (prepotent) untuk dipenuhi. Akan sulit meskipun bukan berarti tidak mungkin memberikan perhatian pada keselamatan atau keamanan masa depan misalnya dengan asuransi ketika seseorang belum mampu mencukupi kebutuhan akan rasa lapar. Konsep prepotency bermakna bahwa sebagian kebutuhan yang kuat itu harus dipenuhi sebelum kebutuhan berikutnya menjadi pendorong yang kuat. Hanya kebutuhan yang tidak terpenuhi yang mendorong orang untuk bertindak dan mengarahkan perilaku mereka kepada suatu tujuan.  Begitu kebutuhan fisiologis terpenuhi, orang akan mencari kepuasan dengan keselamatan dan keamanan, setelah ia merasa aman ia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Teori ERG (Alderfer, 1972)&lt;br /&gt;Alderfer membagi kebutuhan dalam tiga kategori yaitu existence (E), relatedness (R), dan growth (G). Umumnya konsep ERG ini merupakan penghalusan dari hierarkhi kebutuhan Maslow, akan tetapi secara spesifik mempunyai dua aspek perbedaan. Pertama meskipun ide urutan kebutuhan serupa tetapi tidak terikat sistem hierarkhi, misalnya bila kebutuhan akan eksistensi tidak terpenuhi mungkin berpengaruh kuat tetapi kategori kebutuhan lainnya mungkin masih penting untuk mengarahkan perilaku mencapai tujuan. Kedua, meskipun suatu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan tersebut dapat berlangsung terus sebagai pengaruh kuat dalam mengambil keputusan. Misalnya seseorang telah mendapatkan jabatan tertentu tetapi ia masih tetap menginginkan kenaikan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Teori Kesehatan-Motivator (Herzberg, 1966) &lt;br /&gt;Herzberg mencoba menetukan faktor-faktor apa yang mempengaruhi motivasi dalam organisasi. Ia menemukan dua perangkat kegiatan yang memuaskan kebutuhan manusia yaitu :&lt;br /&gt;a. Kebutuhan yang berkaitan dengan kepuasan kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja disebut motivator, yang meliputi prestasi, penghargaan, tanggung jawab, promosi, pekerjaan itu sendiri, dan potensi bagi pertumbuhan pribadi. Bila faktor-faktor tersebut  ditanggapi secara positif maka pegawai cenderung puas dan termotivasi, namun bila faktor-faktor tersebut tidak ada di tempat kerja mereka kurang termotivasi meskipun bukan berarti tidak puas dengan dengan pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;b. Kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakpuasan kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi disebut faktor pemeliharaan (maintenance) atau kesehatan (hygiene) yang meliputi gaji, pengawasan, keamanan kerja, kondisi kerja, administrasi, kebijakan organisasi, dan hubungan  antarpribadi rekan kerja, atasan, dan bawahan di tempat kerja. Faktor ini berkaitan dengan lingkungan kerja atau konteks pekerjaan. Program-program untuk memotivasi dengan menggunakan sistem Herzberg disebut “motivasi melalui pekerjaan itu sendiri”. Bila faktor-faktor tersebut ditanggapi secara positif  pegawai tidak mengalami kepuasan namun bila faktor tersebut tidak ada maka pegawai akan merasa tidak puas.&lt;br /&gt;Motivator berkaitan dengan kepuasan kerja namun tidak dengan ketidakpuasan kerja, sedangkan faktor kesehatan  berkaitan dengan ketidakpuasan kerja namun tidak dengan kepuasan kerja. Jadi untuk memelihara atau tetap memiliki pegawai manajer harus memusatkan perhatian pada faktor kesehatan, tetapi jika ingin membuat pegawai bekerja lebih keras maka harus memperhatikan faktor motivator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teori Harapan dan Motivasi&lt;br /&gt;Vroom (1964) mengembangkan teori motivasi berdasarkan jenis-jenis pilihan  yang dibuat seseorang untuk mencapai tujuan berdasarkan kebutuhan internalnya. Ada tiga asumsi pokok dari teori harapan (expectancy theory) ini;&lt;br /&gt;a. Harapan hasil (outcome expectancy), suatu perilaku dengan cara tertentu akan mendapatkan hasil yang tertentu. Jadi orang  mendefinisikan suatu hasil sebagai penilaian subjektif atas kemungkinan  bahwa hasil tertentu akan muncul dari tindakan orang tersebut.&lt;br /&gt;b. Valensi (valence), setiap hasil mempunyai nilai positif atau daya tarik bagi orang tertentu. Suatu hasil bisa bernilai bagi seseorang, tetapi bagi orang lain bisa dianggap tidak bernilai sehingga ia bisa mengambil pilihan yang berbeda. Valensi dapat pula diartikan sebagai nilai yang orang berikan kepada suatu hasil yang diharapkan.&lt;br /&gt;c. Harapan usaha (effort expectancy), setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai seberapa sulit usaha yang dilakukan untuk mencapai hasil tersebut. Atau dengan kata lain, harapan usaha didefinisikan sebagai kemungkinan bahwa usaha seseorang akan menghasilkan pencapaian suatu tujuan tertentu.&lt;br /&gt;Motivasi dijelaskan dengan mengkombinasikan ketiga prinsip ini. Seseorang akan memilih ketika ia melihat alternatif dan tingkat kinerja yang memiliki tingkat motivasional tertinggi yang berkaitan dengannya. Motivasi dalam teori harapan  adalah keputusan untuk mencurahkan usaha.&lt;br /&gt;Dalam menerapkan teori harapan Nadler dan Lawler (1976) menyarankan beberapa cara tertentu agar manajer dan organisasi dapat memberikan motivasi yang maksimal dari pegawai : &lt;br /&gt;a. Pastikan bahwa hasil atau ganjaran yang diberikan mempunyai nilai bagi pegawai. Lebih mudah untuk menemukan apa yang orang inginkan daripada mengubah mereka untuk menginginkan apa yang manajer tawarkan. Manajer harus lebih terampil menganalisi kebutuhan daripada mengubah keinginan.&lt;br /&gt;b. Definisikan secara cermat dalam bentuk perilaku yang dapat diamati dan terukur.&lt;br /&gt;c. Pastikan bahwa hasil yang ditargetkan dapat dicapai oleh pegawai.&lt;br /&gt;d. Kaitkan hasil yang diinginkan dengan tingkat kinerja yang diinginkan.&lt;br /&gt;e. Pastikan bahwa ganjaran mempunyai nilai cukup besar untuk memotivasi perilaku yang penting.&lt;br /&gt;f. Orang yang berkinerja tinggi harus menerima ganjaran lebih banyak dari yang berkinerja rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teori Persepsi tentang Motivasi&lt;br /&gt;Teori persepsi (Pace, 1993) menjelaskan motivasi dalam arti bagaimana anggota organisasi menafsirkan lingkungan kerja mereka. Penelitian dan pengalaman hidup dalam organisasi menunjukkan bahwa  vitalitas kerja seseorang didasarkan pada empat asumsi utama yaitu ; &lt;br /&gt;a. Harapan, yakni seberapa jauh harapan pegawai dipenuhi oleh organisasi&lt;br /&gt;b. Peluang, apa yang dipikirkan pegawai mengenai peluang mereka dalam organisasi&lt;br /&gt;c. Pemenuhan, bagaimana pendapat pegawai mengenai seberapa banyak pemenuhan yang diperoleh dari pekerjaan dalam organisasi&lt;br /&gt;d. Kinerja, bagaimana persepsi pegawai mengenai kinerja mereka dalam organisasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-5252241401050795114?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/5252241401050795114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2010/11/motivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/5252241401050795114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/5252241401050795114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2010/11/motivasi.html' title='MOTIVASI'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-2230290586256554598</id><published>2009-08-12T08:35:00.006+07:00</published><updated>2009-08-12T08:53:40.078+07:00</updated><title type='text'>KUPU-KUPU HITAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SoIfo-CMxAI/AAAAAAAAAGc/_cFJfVipSWE/s1600-h/butterflyb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 109px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SoIfo-CMxAI/AAAAAAAAAGc/_cFJfVipSWE/s320/butterflyb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368888494486504450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;Aku hanyalah seekor kupu-kupu hitam&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin mewarnai kehidupan&lt;br /&gt;Namun jika mereka enggan&lt;br /&gt;Dan hati tiada berkenan&lt;br /&gt;Biarkan aku pergi&lt;br /&gt;Sembunyi di balik awan&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;Aku hanyalah seekor kupu-kupu hitam&lt;br /&gt;Yang ingin berbagi kebijaksaan&lt;br /&gt;Ia lahir dari nurani bersih&lt;br /&gt;Dan hati tanpa dendam&lt;br /&gt;Maka jika enggan memberikan&lt;br /&gt;Cuma ada dua pilihan&lt;br /&gt;Pelit atau tidak punya nurani?&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin akan peroleh kemuliaan&lt;br /&gt;Jika enggan berbagi pada mereka yang memerlukan?&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;Aku hanyalah seekor kupu-kupu hitam&lt;br /&gt;Yang ingin tetap bertahan&lt;br /&gt;Mengepakkan sayapku yang lembut&lt;br /&gt;Meski angin dan hujan tak berhenti&lt;br /&gt;Entah sampai kapan&lt;br /&gt;......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-2230290586256554598?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/2230290586256554598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/08/kupu-kupu-hitam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/2230290586256554598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/2230290586256554598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/08/kupu-kupu-hitam.html' title='KUPU-KUPU HITAM'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SoIfo-CMxAI/AAAAAAAAAGc/_cFJfVipSWE/s72-c/butterflyb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-7441567250050180520</id><published>2009-06-19T07:18:00.005+07:00</published><updated>2009-06-19T08:42:06.326+07:00</updated><title type='text'>Keterampilan Mendengar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SjrakBIPn0I/AAAAAAAAAGE/GzQdjUlKFu0/s1600-h/sby.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348827819769044802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 154px; CURSOR: hand; HEIGHT: 202px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SjrakBIPn0I/AAAAAAAAAGE/GzQdjUlKFu0/s320/sby.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemampuan SBY dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;memimpin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ekonomi negara lebih pada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kelihaiannya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dalam membaca tanda-tanda jaman yang tercermin dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sikap mendengar, memahami,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mengarahkan secara baik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;(Business Review, Juni 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Public speaking merupakan sarana utama meraih sukses kepemimpinan. Sebagai mana disampaikan oleh para pakar dan praktisi kepemimpinan bahwa leadership hakikatnya adalah mempengaruhi. Seorang pemimpin yang sukses sudah barang tentu mereka yang mampu mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama guna mencapai tujuan yang ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SBY sebagai pemimpin negara yang pernah mendapat anugerah sebagai Tokoh Berbahasa Lisan 2003 memahami betul bahwa untuk dapat memimpin dan mempengaruhi ada tiga tahapan utama yang harus dilewati. Ketiga tahapan tersebut adalah mendapatkan input, memproses, dan memberikan output yang membuat orang dengan sukarela memberikan yang terbaik dalam pencapaian tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Mendapatkan Input &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Input dalam hal ini berupa data dan fakta diperoleh dengan cara melihat dan mendengar permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat (audiens). Seorang pemimpin harus mendapatkan informasi akurat tentang hal ini. Oleh karenanya keterampilan mendengar (juga melihat) merupakan hal pertama dan utama yang tidak bisa ditawar lagi keberadaannya. Begitupun sukses seorang public speaker juga dimulai dari keterampilan ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Memproses Input dan Mencari Solusi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Informasi yang berupa data dan fakta yang diperoleh kemudian diproses dengan memilah menurut skala prioritas mana yang sangat penting, penting, dan kurang penting untuk segera diatasi. Kemudian dicarilah solusi paling jitu sehingga harapan mampu mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat menjadi kenyataan. Bermodal analisis informasi yang ada lantas membuat pilihan-pilihan solusi serta merangkingnya sehingga dapat dibuat rencana A, B, C, dan seterusnya. Formula yang tepat guna dipilih dan kemudian dibuat simulasi sebelum dipublikasikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Publikasikan Output dan Lakukanlah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah dipilih solusi terbaik seorang pemimpin (juga public speaker) harus mengerahkan dan mengarahkan segenap sumber daya untuk meralisasikan rancangan solusi dengan langkah nyata. Dan sekali lagi kepemimpinan seseorang teruji di sini. Bagimana dengan pengaruhnya ia mampu mengerahkan dan mengarahkan sumber daya (termasuk sumber daya manusia) hingga masalah masyarakat dapat diatasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keberhasilan seorang public speaker ternyata tidak semata-mata didukung oleh kemampuan memaparkan ide belaka. Sebab sejatinya kelihaian berbicara merupakan cerminan dari keterampilan mendengar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;AA Gym dalam berbagai ceramahnya sering berkata, "Apa yang keluar dari teko, itulah isi sebenarnya dari teko''. Dan yang tidak boleh dilupakan juga bahwa "Isi teko adalah apa yang dimasukkan ke dalam teko!" Bukankah teko akan tetap kosong jika kita tidak mengisi atau mengijinkan orang lain melakukannya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;So, dengarkan, pahami, dan lakukanlah lantas biarkanlah kesuksesan menghampiri...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-7441567250050180520?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/7441567250050180520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/06/keterampilan-mendengar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7441567250050180520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7441567250050180520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/06/keterampilan-mendengar.html' title='Keterampilan Mendengar'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SjrakBIPn0I/AAAAAAAAAGE/GzQdjUlKFu0/s72-c/sby.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-4323099117886401324</id><published>2009-06-12T13:01:00.004+07:00</published><updated>2009-06-19T08:40:24.230+07:00</updated><title type='text'>Personal Branding</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SjHvczGIFgI/AAAAAAAAAF8/WM3n8yhq3cs/s1600-h/logo+basabasuki.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346317510696769026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 298px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 203px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SjHvczGIFgI/AAAAAAAAAF8/WM3n8yhq3cs/s320/logo+basabasuki.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Coba anda bayangkan, apa yang terlintas di benak anda ketika saya menyebut Julia Perez? Bagi banyak orang jika mereka ditanya pasti mereka akan menjawab; artis yang sensual, cantik, gemar membuat sensasi, minimaliss, suka hal-hal yang berbau seksualitas, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mengapa orang berfikir semacam itu? Karena orang mempersepsikan simbol-simbol yang selama ini diciptakan oleh Julia Perez dari ucapan dan perilakunya yang diekspos oleh media. Dari simbol-simbol inilah melahirkan personal branding dari seorang perempuan yang juga disebut Jupe ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jika kita ingin menjadi seseorang yang dikenal oleh masyarakat luas tentu juga harus menciptakan image yang unik dan berbeda dari yang ada. Sebuah perusahaan agar dikenal oleh masyarakat biasanya dibuatlah logo yang mencerminkan budaya kerja, identitas, filosofi, serta tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan kita sebagai individu akan dikenal melalui simbol-simbol busana, tutur kata, kepribadian, pikiran/ide, sikap, dan tindakan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Orang biasanya akan lebih mudah mengenali jika menemukan keunikan tertentu yang membedakan dengan yang lain. Ketika dalam sebuah kelompok terdapat salah satu yang mempunyai ciri-ciri menonjol dari yang lain tentu paling mudah dikenali. Misalnya dalam sepuluh orang terdapat satu orang memakai topi, maka orang segera menunjuk itu dia si fulan yang bertopi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda berfikir, ketika nama anda disebut kira-kira apa yang terlintas dalam bayangan orang-orang yang mendengarnya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-4323099117886401324?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/4323099117886401324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/06/personal-branding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/4323099117886401324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/4323099117886401324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/06/personal-branding.html' title='Personal Branding'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SjHvczGIFgI/AAAAAAAAAF8/WM3n8yhq3cs/s72-c/logo+basabasuki.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-376711729419550481</id><published>2009-06-08T07:53:00.007+07:00</published><updated>2009-06-12T13:01:38.105+07:00</updated><title type='text'>MC dan Humor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Sixh5rXgHfI/AAAAAAAAAF0/yxrr4OxtqVw/s1600-h/humor.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Sixh5rXgHfI/AAAAAAAAAF0/yxrr4OxtqVw/s320/humor.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344754501303672306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada kalanya sebuah acara berjalan kaku, tegang, dan terasa melelahkan. Sambutan pengisi acara  bertele-tele dan ngelantur. Audiens terlihat bosan dan beberapa mulai menguap. Bahkan di beberapa sudut tampak ngobrol sendiri mengatasi kebosanan mengikuti acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini menjadi beban berat seorang MC. Ketika ia gagal menanganinya, orang bisa mengkambinghitamkannya sebagai MC yang tidak profesional, meskipun belum tentu kesalahan terletak pada pembawa acara. Susunan acara dari protokoler atau tuan rumah (shahibul hajat) yang kurang efektif dan efisien bisa juga menjadi penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya sebelum acara berlangsung seorang MC bisa saja memberikan masukan sebelum acara dimulai. Beberapa hari sebelumnya ia harus berkoordinasi dengan pemilik acara. Jika ada yang dirasa kurang tepat sang calon MC bisa menyampaikan pendapat. Akan tetapi keputusan tetap menjadi wewenang pemilik acara dan sang calon MC tidak boleh memaksakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah seperti ini, pembawa acara harus mempunyai jurus jitu agar acara tetap berlangsung lancar dan tetap diikuti dengan baik oleh hadirin dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;Salah satu jurus yang bisa dipakai adalah dengan menyelipkan humor di sela-sela acara berlangsung. Humor diyakini bisa mencairkan kebekuan suasana sebuah acara. Di sini kepiawaian pembawa acara memilih humor yang cerdas sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tokoh sukses membawakan acara atau menjadi pembicara publik juga ditunjang oleh kepiawaian mereka mengolah humor sebagai pemanisnya. Simaklah James Gwee, Mario Teguh, Aa' Gym, dan banyak lagi. Ada baiknya kita mengikuti jejak mereka menyisipkan humor dalam membawakan sebuah acara sehingga menjadi menarik dan tetap diminati audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya ada beberapa hal yang harus diperhatikan;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Humor yang disampaikan tidak menyinggung perasaan orang tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh merendahkan martabat orang, kelompok,  etnis atau agama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melanggar norma baik sosial, agama, atau hukum yang berlaku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyesuaikan dengan acara yang dipandu sebab tidak semua acara bisa disisipi dengan humor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tetap disampaikan dengan santun dan tidak berlebihan karena seorang MC bukan pelawak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Beberapa bentuk humor yang dapat dilakukan dalam sebuah acara di antaranya adalah; gesture (gerak tubuh), anekdot, pantun jenaka, atau ungkapan-ungkapan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan humor bagi MC solo (tunggal) relatif lebih sulit dibanding MC duo (duet) atau trio. Ketika MC duo/trio masing-masing pembawa acara dapat saling melempar lelucon dan lebih mengalir. Ide-idenya pun lahir dari dua atau tiga kepala. Sedangkan pada pembawa acara tunggal perlu keterampilan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbendaraan humor dapat diperoleh dengan berbagi dengan teman, banyak membaca, melihat gambar-gambar kartun, menonton film komedi, atau berbagai cara lain. Setelah itu tinggal memilih dan memilah mana yang cocok untuk dipakai guna membuat acara semakin oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-376711729419550481?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/376711729419550481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/06/mc-dan-humor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/376711729419550481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/376711729419550481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/06/mc-dan-humor.html' title='MC dan Humor'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Sixh5rXgHfI/AAAAAAAAAF0/yxrr4OxtqVw/s72-c/humor.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-7671081041430520798</id><published>2009-05-25T07:19:00.004+07:00</published><updated>2009-06-08T10:09:26.477+07:00</updated><title type='text'>Handphone Vs Acara Resmi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Shnk8VJ2ByI/AAAAAAAAAFs/y3Axm0axUj8/s1600-h/handphone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 207px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Shnk8VJ2ByI/AAAAAAAAAFs/y3Axm0axUj8/s320/handphone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339550558346151714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penggunaan telepon genggam (handphone) sudah menjadi kebutuhan penting sebagian masyarakat. Perangkat komunikasi nirkabel yang praktis, mudah dibawa kemana-mana, serta sangat mendukung aktivitas modern ini menjadi piranti vital dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernahkah Anda merasa terganggu oleh keberadaannya?&lt;br /&gt;Suatu ketika saya tengah mengkhusukkan diri shalat berjamaah di sebuah masjid. Tiba-tiba dari saku ma'mum di samping saya terdengar suara kodok. Rupanya bunyi nada dering telepon genggam tetangga sebelah. Buyarlah konsentrasi shalat saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu dalam sebuah seminar saya tengah asik memperhatikan materi nara sumber. Tiba-tiba terdengar hand phone peserta di belakang kursi yang saya duduki berbunyi. Bak seorang pengusaha yang super sibuk ia menjawab telepon orang di seberang sana dengan memberikan instruksi-instruksi bisnisnya. Kacaulah seminar hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 5 (lima) alasan mengapa orang tidak mematikan hand phone dalam acara resmi atau acara lain yang memerlukan konsentrasi :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hand phone masih baru biar dilihat orang lain,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gagap teknologi sehingga tidak mengerti bagaimana cara menonaktifkan nada dering dan menyetel mode getar,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nada dering lagu baru dan ingin didengar oleh orang lain,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sibuk atau sok sibuk,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak dipercaya pasangan hidupnya sehingga dapat dicek dimana ia berada.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Alasan selain hal-hal di atas biasanya  mereka lupa. Adalah tugas seorang pembawa acara mengingatkan hadirin agar menonaktifkan handphone sebelum acara dimulai. Hal ini bertujuan agar acara berlangsung khidmat, lancar, dan seluruh hadirin merasa nyaman serta memperoleh manfaat maksimal dari acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah acara resmi himbauan dapat ditempatkan sebagai pra acara, sedangkan dalam acara yang setengah resmi dapat disampaikan di sela-sela pembukaan. Penggunaan telepon genggam disarankan agar dilakukan pada acara rehat. Sehingga acara tidak terganggu dan bisnis pun tetap berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak boleh lupa yakinkan bahwa handphone pembawa acara terlebih dulu dimatikan. Jangan-jangan ketika hand phone hadirin telah nonaktif malah terdengar lagu "Belah Duren"-nya Julia Perez dari saku pembawa acara. Wah, gawat nih! Bisa-bisa honor dipotong, deh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-7671081041430520798?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/7671081041430520798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/handphone-dalam-acara-resmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7671081041430520798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7671081041430520798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/handphone-dalam-acara-resmi.html' title='Handphone Vs Acara Resmi'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Shnk8VJ2ByI/AAAAAAAAAFs/y3Axm0axUj8/s72-c/handphone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-7146861299413411353</id><published>2009-05-22T07:49:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T10:15:08.297+07:00</updated><title type='text'>Menjadi MC Sukses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShX_ZdGGHXI/AAAAAAAAAE0/bEKN8VwV-YA/s1600-h/james+gwee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShX_ZdGGHXI/AAAAAAAAAE0/bEKN8VwV-YA/s320/james+gwee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338453746089598322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Janganlah memulai bisnis dari yang sudah kau ketahui karena hanya akan menghasilkan sesuatu yang biasa kau dapatkan. Tapi mulailah dari yang belum kau ketahui sebab akan diperoleh hasil yang kau impikan.&lt;br /&gt;(James Gwee)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kalimat yang berkesan di hati saya setelah mengikuti seminar James Gwee di hotel Swiss Belhotel Borneo Samarinda pada hari Sabtu, 16 Mei 2009. Sebuah kalimat yang awalnya terasa aneh buat saya. Bagaimana bisa saya harus memulai pekerjaan jika saya tidak mengerti apa yang harus saya kerjakan? Pada siapa saya bertanya? Dan bagaimana cara mengerjakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pertanyaan dalam hati kecil saya itu pokok persoalannya. Jika mengerjakan sesuatu dari yang sudah kita ketahui hasilnya ya sebatas pengetahuan yang kita punya. Tidak lebih! Jika saya menjadi MC hanya berdasarkan pengetahuan saya yang terbatas. Maka hasilnya pun pasti cuma sebatas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba menarik benang merah dari kalimat di atas dengan minat saya. Untuk menjadi pembicara yang berhasil dan selalu meningkat, ada tiga hal yang harus saya lakukan. Yang pertama, tetapkan target apa yang akan saya dapat &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(what)&lt;/span&gt;. Misalnya saya ingin menjadi pembicara yang hebat, menjadi pembawa acara yang hebat. Keinginan tersebut tidak akan tercapai jika saya hanya puas dengan pengetahuan yang saya punya saat ini. Saya harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk mewujudkan impian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, saya harus mencari pembicara sukses tempat saya bertanya &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(who). &lt;/span&gt;Prinsip kedua ini adalah prinsip untuk selalu belajar dari orang lain yang lebih dahulu sukses. Menjadikan ia sebagai mentor/guru untuk belajar dan mengetahui segala hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, dari orang tersebut saya mencari tahu bagaimana &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(how) &lt;/span&gt;caranya menjadi pembicara yang baik. Jika kita sudah mendapatkan orang yang tepat untuk tempat bertanya maka tanyakan apa yang kita inginkan. Tentu saja pertanyaan ini harus fokus pada apa yang ingin kita ketahui serta tujuan yang akan kita capai. Adalah membuang-buang waktu jika kita sudah ketemu nara sumber tapi justru membicarakan sesuatu yang tidak penting. Akibatnya kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman mereka hilang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah setelah tahu targetnya apa, sudah ketemu orang yang pantas dijadikan referensi, mendapatkan cara yang tepat untuk mencapai tujuan, tinggal kita kerahkan segala potensi sehingga apa yang kita impikan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata semakin kita belajar semakin banyak yang tidak kita ketahui. Makanya untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar perlu belajar dan berlatih yang lebih banyak lagi. So, mari kita mencari teman orang sukses, biar kita tahu bagaimana cara menjadi orang sukses, dan kita pun ketularan sukses.&lt;br /&gt;Thank's Mr. James!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-7146861299413411353?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/7146861299413411353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/menjadi-mc-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7146861299413411353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7146861299413411353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/menjadi-mc-sukses.html' title='Menjadi MC Sukses'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShX_ZdGGHXI/AAAAAAAAAE0/bEKN8VwV-YA/s72-c/james+gwee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-8316298970305701228</id><published>2009-05-19T07:20:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T10:16:21.042+07:00</updated><title type='text'>Membangun Percaya Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShH7iK6UA3I/AAAAAAAAAD8/-YA-HaZHxVA/s1600-h/evander-holyfield.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShH7iK6UA3I/AAAAAAAAAD8/-YA-HaZHxVA/s320/evander-holyfield.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337323597873808242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;It's not about the size of a man, but the size of his heart that's matter... (Evander Holyfield)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Suatu ketika mahasiswa di kelas saya bertanya,"Pak gimana sih caranya agar tidak minder bicara di depan orang? Apalagi di depan pejabat atau audiens yang banyak seperti ketika menjadi MC?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini menjadi pertanyaan banyak orang yang mungkin kurang pede untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'public speaker'&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Saya pun jadi ingat ketika pertama kali saya membawakan acara pengajian di kampung waktu saya kelas dua SMP. Saat itu saya harus menjadi MC tingkat kelurahan dengan bahasa Jawa halus pula. Begitu naik panggung dan mengucapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'assalamualaikum' &lt;/span&gt;tenggorokan terasa kering. Keringat dingin membasahi tengkuk. Badan sedikit bergetar. Saya mencoba mengatur nafas dan menenangkan diri. Sesaat terbayang kata bapak saya, "Kalau kamu sudah jadi MC anggap semua orang tidak lebih pandai dari kamu. Di situ kamulah bintangnya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat ada beberapa hadirin duduk lesehan bersandar di pohon pisang. Seketika saya berfikir ah, mereka tidak beda jauh sama pohon pisang itu. Mereka cuma bisa diam mendengarkan saya. Sedangkan saya berdiri gagah di sini berbicara di hadapan mereka. Begitu saya membesarkan hati saya. Cara ini ternyata berhasil. Alhamdulillah saya bisa membawakan acara tersebut sampai selesai. Sejak itu saya bisa lebih cepat menguasai diri ketika harus berbicara di depan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erbe Sentanu penggagas Quantum Ikhlas dalam seminar dan pelatihan di hotel Pacific Balikpapan tanggal 9-10 Mei 2009 pun menyampaikan hal yang sama. Bahwa kekuatan hati merupakan modal dasar untuk memperoleh kebahagiaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam dunia kepranatacaraan, untuk menjadi pembicara yang sukses mengalahkan diri sendiri merupakan modal utama. Seorang juara dunia seperti Evander Holyfield pun sangat yakin bahwa kemenangannya lebih banyak ditentukan oleh ukuran hatinya melebihi berat badannya. Mental, keberanian, dan semangat bertanding yang membara akan membangkitkan serta meningkatkan kekuatan dan akurasi pukulan. Akhirnya sabuk juara dunia pun diraih.&lt;br /&gt;Semoga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-8316298970305701228?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/8316298970305701228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/membangun-percaya-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/8316298970305701228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/8316298970305701228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/membangun-percaya-diri.html' title='Membangun Percaya Diri'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShH7iK6UA3I/AAAAAAAAAD8/-YA-HaZHxVA/s72-c/evander-holyfield.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-3930166770125686197</id><published>2009-05-13T06:51:00.000+07:00</published><updated>2009-05-13T15:28:50.334+07:00</updated><title type='text'>Cermat Memilih Kalimat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SgoenGPZKGI/AAAAAAAAADM/L94yyo3jDPs/s1600-h/17apr08.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 278px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SgoenGPZKGI/AAAAAAAAADM/L94yyo3jDPs/s320/17apr08.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335110365612681314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Menjadi MC memang susah-susah mudah. Susah jika kita tidak memahami apa dan bagaimana tata cara menjadi MC yang baik. Mudah jika kita telah memiliki pengetahuan yang cukup serta didukung oleh pengalaman yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi MC yang baik, salah atu keterampilan yang harus dimiliki adalah kecermatan memilih kalimat yang diucapkan ketika membawakan suatu acara. Peribahasa mengatakan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Bahasa menunjukkan bangsa"&lt;/span&gt;. Kecermatan seorang pembawa acara memilih kata, frase, dan kalimat serta menuturkannya secara tepat akan menempatkan kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kalimat yang tidak tepat diucapkan seorang MC misalnya;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;mempersingkat waktu&lt;/span&gt;, acara segera dimulai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepada beliau &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;waktu dan tempat dipersilakan&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Menginjak (melangkah) acara berikutnya&lt;/span&gt; laporan ketua panitia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tibalah saatnya pada &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;acara yang dinanti-nantikan&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadirin sekalian, marilah acara &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;kita buka/tutup&lt;/span&gt; dengan...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk selanjutnya &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;mike saya serahkan&lt;/span&gt; kepada nara sumber.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Satuan waktu merupakan sebuah kesepakatan yang tidak bisa diubah. Satu menit terdiri dari 60 detik. Satu jam terdiri dari 60 menit. Satu hari adalah 24 jam. Apakah seorang MC bisa mempersingkat waktu misalnya satu menit menjadi 25 detik? Yang bisa dilakukan paling menyingkat kata waktu menjadi wkt. Tapi apakah lazim?&lt;br /&gt;Penggunaan frase waktu dan tempat dipersilakan juga tidak tepat karena yang semestinya kita persilakan adalah pengisi acara. Jadi yang tepat misalnya, Acara berikutnya Laporan Ketua Panitia, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bapak Basuki dipersilakan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kata menginjak/melangkah sudah disampaikan pada artikel MC yang Bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya pada&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; acara yang dinanti-nantikan&lt;/span&gt;. Ungkapan ini menunjukkan bahwa dari acara yang sedang berlangsung, terdapat acara yang lebih istimewa dibanding acara yang lain. Seorang MC semestinya mampu membuat hadirin merasa semua acara penting nilainya. Sambutan pejabat sama pentingnya dengan acara hiburan. Semua dinantikan oleh hadirin sehingga mau mengikuti acara dari awal hingga akhir. Oleh karenanya kalimat tersebut seyogyanya diganti dengan "Tibalah saatnya pada &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;puncak acara &lt;/span&gt;HUT kota Balikpapan...dst".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang MC diantaranya adalah membuka dan menutup sebuah acara. Tapi seyogyanya penggunaan kata "buka dan tutup" dihindari. Sebagai gantinya dapat dipergunakan kalimat berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hadirin yang kami hormati, dengan senantiasa memohon ridho Tuhan YME acara dimulai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan berakhirnya acara tadi, sampai di sini pula acara pada hari ini. Selamat siang dan sampai jumpa.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Penyerahan mike kepada pemandu acara lain tidak perlu diucapkan. Peralihan acara dapat  disampaikan disampaikan misalnya "Hadirin sekalian, acara berikutnya seminar.... yang akan dipandu oleh moderator...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan kata yang disampaikan di atas hanyalah contoh belaka. Karena MC bukan ilmu pasti yang merupakan keharusan dan lebih pada selera seni maka kreatifitas sangatlah penting. Jadi mari kita menjadi MC yang cermat dan kreatif!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-3930166770125686197?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/3930166770125686197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/cermat-memilih-kalimat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/3930166770125686197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/3930166770125686197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/cermat-memilih-kalimat.html' title='Cermat Memilih Kalimat'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/SgoenGPZKGI/AAAAAAAAADM/L94yyo3jDPs/s72-c/17apr08.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-1895079586420015440</id><published>2009-05-06T07:14:00.000+07:00</published><updated>2009-05-06T10:31:48.166+07:00</updated><title type='text'>MC yang Bermartabat</title><content type='html'>Suatu hari saya menghadiri undangan peresmian sebuah fasilitas hiburan di salah satu hotel ternama di Balikpapan. Dengan dibangun fasilitas tersebut diharapkan  terjadi peningkatan hunian hotel serta ikut menggeliatkan pariwisata di kota ini. Acara peresmian yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam tersebut merupakan acara formal dengan mengundang Walikota (saat itu diwakili oleh Wakil Walikota) untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa acaranya tampil menawan. Wajahnya cantik. Tubuhnya yang proporsional dibalut dengan gaun warna ungu. Tata rias yang berkesan mewah dipadu dengan asesoris yang tepat membuat hadirin terkesima oleh penampilan yang nyaris sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ketika memasuki acara puncak, saya merasa terganggu (entah hadirin yang lain) ketika sang MC berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Menginjak acara berikutnya&lt;/span&gt; Sambutan Walikota Balikpapan sekaligus berkenan membuka secara resmi. Kepada bapak Rizal Effendi selaku Wakil Walikota Balikpapan, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;waktu dan tempat dipersilakan&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olah suaranya cukup bagus dan berwibawa. Tapi jika disimak kalimat yang terucap hati saya menjadi miris. Mengapa? Dua frase yang bercetak tebal di atas ada baiknya kita cermati sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan frase "menginjak acara berikutnya" menurut Saya tidak tepat. Kata &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"menginjak"&lt;/span&gt; menurut hemat saya mempunyai konotasi negatif. Cobalah simak kalimat berikut;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kakinya &lt;span&gt;menginjak&lt;/span&gt; paku. (Sang pemilik kaki merasa tidak nyaman atau sakit.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbuatan orang itu &lt;span&gt;menginjak&lt;/span&gt; harga diri pak Broto. (Pak Broto sakit hati)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanpa sengaja kaki adik &lt;span&gt;menginjak&lt;/span&gt; bibit bunga yang ditanam ibu. (Tanaman rusak dan mungkin ibu marah)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pemakaian frase "waktu dan tempat dipersilakan" juga tidak benar. Pada acara tersebut yang dipersilakan memberikan sambutan dan meresmikan fasilitas hotel adalah walikota yang diwakili oleh wawali. Maka semestinya yang dipersilakan adalah wawali selaku tamu terhormat. Apakah waktu dan tempat dapat menggantikan wawali menyampaikan kata sambutan dan melakukan peresmian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa kalimat yang tepat?&lt;br /&gt;Cobalah ucapkan kalimat di bawah ini dengan intonasi yang tepat, resmi, dan berwibawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Acara berikutnya&lt;/span&gt; sambutan Wakil Walikota Balikpapan sekaligus berkenan membuka secara resmi restoran Borneo Hill, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bapak  Rizal Effendi  dipersilakan&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya? Lebih nyaman, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai kesempatan saya selalu  menghindari penggunaan frase "menginjak acara berikutnya..." Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tugas saya sebagai MC adalah memimpin jalannya acara dari awal hingga akhir dengan baik. Sungguh tidak pantas jika saya menginjak acara yang dibawakan, apalagi menginjak sambutan tamu terhormat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya khawatir tamu terhormat yang akan menyampaikan sambutan berkata, "Terima kasih saya ucapkan kepada pembawa acara yang telah menginjak sambutan yang akan saya sampaikan kepada hadirin!"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya takut dikatakan sebagai pembawa acara yang tidak bermartabat, dianggap melakukan tindak kekerasan, atau melakukan perbuatan tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sekian...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-1895079586420015440?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/1895079586420015440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/mc-yang-bermartabat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/1895079586420015440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/1895079586420015440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/mc-yang-bermartabat.html' title='MC yang Bermartabat'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5774295392838652693.post-7820487004727822304</id><published>2009-05-05T14:56:00.000+07:00</published><updated>2009-05-13T15:19:56.847+07:00</updated><title type='text'>Lahir, Hidup, dan Mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Sf_4mWMXWXI/AAAAAAAAABA/HYM_YHsh5Sg/s1600-h/bulan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Sf_4mWMXWXI/AAAAAAAAABA/HYM_YHsh5Sg/s320/bulan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332253821506115954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Aku lahir menangis ketika orang-orang menyambut kelahiranku dengan senyum dan suka cita. Namun mampukah aku tersenyum ketika orang-orang mengantarkan kematianku dengan duka dan air mata".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu tulis seorang sahabat tatkala kusodorkan diaryku sebagai tanda kenangan menjelang perpisahan kelas III SMAN Blabak di Muntilan, Jawa Tengah pertengahan tahun 1990 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang memiliki makna dalam. Sampai saat ini masih terngiang meski diary yang menyimpan kalimat itu kini entah dimana. Maklum lulus SMA saya merantau ke Jakarta melanjutkan sekolah di Prodip III STAN. Lulus tahun 1993 ditempatkan di sebuah BUMN di Klaten. Tahun 1999 dimutasi ke Pandangan, Rembang. Lantas pindah ke Cawas, Klaten tahun 2002. Januari 2006 mutasi lagi ke Kartasura. Tanggal 27 Mei 2006 Jogja diguncang gempa hebat. Efeknya sampai ke rumah mertua di Klaten. Akhirnya mulai 29 Mei 2006 ngungsi ke Balikpapan lantaran kebetulan dipromosikan ke kota minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memang Maha Kaya dan mempunyai rencana yang tak pernah Saya duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup masih terus berlalu. Aku mencoba merenungkan kembali tulisan sahabat Saya tadi. Bukankah cukup lama telah kuarungi lautan kehidupan ini? Apa yang telah kulakukan untuk membuat bibirku tersenyum dalam kematianku nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi, berikan aku kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermakna, yang berguna bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5774295392838652693-7820487004727822304?l=basabasuki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasuki.blogspot.com/feeds/7820487004727822304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/lahir-hidup-dan-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7820487004727822304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5774295392838652693/posts/default/7820487004727822304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasuki.blogspot.com/2009/05/lahir-hidup-dan-mati.html' title='Lahir, Hidup, dan Mati'/><author><name>BASUKI TRIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15671308528195146729</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/ShZGSqIYysI/AAAAAAAAAE8/wHEjSy0-ZP8/S220/100_0206.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__AFTJ5vQ4DA/Sf_4mWMXWXI/AAAAAAAAABA/HYM_YHsh5Sg/s72-c/bulan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
